Kamis, 30 Oktober 2014

hidupku

Tersudut pada orbital yg sepi
tanpa sahabat menemani
sirna... semua tereksitasi

andai kumanpu...
Kan kupromosikan elektron hatiku
tuk beri gelombang kebolehjadian
pada hatimu yg mendualisme

namun....
Kuharus ikuti aturan hund di kalbu
sendiri dalam orbital yang sunyi
menanti hadirnya elektron hatimu

kini... Hidupku tlah berubah spin
hingga tak bisa menyatu denganmu
selalu berlawanan arah
meski... Dalam orbital hati yang sama

sahabatku...
Tak dapatkah hati mu mendipol sesaat
dengan induksi senyumku yang menebar
tuk berhibridisasi dengan orbital di hatiku

kesetianmu hanyalah kebolehjadian
kadang kutemukan elektron sayang di kalbumu
namun kadang kau bak pasangan elektron bebas
menjauh dan tak mampuku merengkuhmu

sahabatku...
Kuingin kau berbaur denganku seperti dulu
merangkai orbital hibrida persahabatan yang baru
dalam kuantum hati yang mengharu biru

4 komentar:

  1. Tingkat tinggi ini bahasa. Orbital hibrida, hibridisasi, hund, kuantum hati. Apa mi itu...
    Tak dapat Otakku mencerna. Hahahha

    BalasHapus
  2. Tingkat tinggi ini bahasa. Orbital hibrida, hibridisasi, hund, kuantum hati. Apa mi itu...
    Tak dapat Otakku mencerna. Hahahha

    BalasHapus
  3. Hahaha, sebenarnya bukan puisi ku itu hasmi.. puisi diambil dari buku kimia itu... heheh

    BalasHapus
  4. Hahaha, sebenarnya bukan puisi ku itu hasmi.. puisi diambil dari buku kimia itu... heheh

    BalasHapus